Sama-Sama Keras Kepala

1709 Kata

Mendengar perkataan Cintya, Dita langsung terdiam. Namun, tiba-tiba dia tersenyum sinis. “Tapi, harusnya Kak Cintya sadar diri, Kakak itu udah bersuami dan punya anak. Jadi, kasihan keluarga Kakak. Lebih baik ikhlaskan Kak Sam bersamaku. Biarkan Kak Sam bahagia bersamaku. Nggak usah serakah jadi orang!” Dita menatap Cintya dengan sinis. Perkataan Dita menyinggung perasaan Cintya. Cintya orangnya tidak suka diberi nasihat ataupun diatur-atur. “Nggak usah ceramah! Oh, iya bukannya Samuel udah ngusir kamu dari tadi? Kenapa kamu nggak sadar diri?” Sekarang giliran Cintya yang menatap Dita dengan sinis. “Dita, aku udah bilang dari tadi, sebaiknya kamu pergi dari sini!” teriak Samuel. Cintya mengangkat kedua alisnya dan tersenyum sinis menatap Dita. Cintya begitu puas karena Samuel memang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN