Pagi ini, Cintya segera bersiap-siap ke kantor. Dia sangat bahagia karena bakal bertemu dengan Samuel. Setelah satu minggu lamanya dia cuti. Cintya begitu merindukan Samuel. Panji juga bersiap untuk berangkat menjalankan tugasnya sebagai ojek online. Namun, seperti biasa, Panji tak hanya menyiapkan dirinya sendiri, seperti biasanya mengurus Arkhan terlebih dahulu. “Biar Bibi yang ngurus Arkhan, Pak. Bapak siap-siap untuk kerja saja.” Bi Inah menawarkan diri. “Halah, cuma gojek aja, Bi, biarlah sambil ngurus Arkhan. Toh, nggak bakal terlambat. Iya kalau kerja kantoran gitu baru terburu-buru.” Cintya yang melewati ruang tengah berkata dengan sinis. Bi Inah merasa tak enak pada Panji. Bi Inah tetap mengambil alih tugas Panji yang mengurus Arkhan. “Bi sarapan udah siap? Aku mau sarapan i

