Berdamai

1615 Kata

Cintya masih merenung di kamarnya. Dia begitu menyesal dengan apa yang terjadi di dalam hidupnya. Dia begitu kesal pada Samuel juga Dita. Apalagi jika teringat kebersamaan mereka. Lalu, tiba-tiba ponselnya berdering. Dia melihat nama yang tertera di ponselnya. Cintya tersenyum tipis, tetapi dia tak langsung menerima panggilan dari Samuel. Cintya ingin memberi pelajaran padanya. Berkali-kali ponselnya berdering, kemudian mati, lalu berdering lagi. Cintya sengaja mengabaikannya, karena ingin memberi pelajaran pada Samuel. “Biar kamu merasakan apa yang kurasakan! Salah sendiri sok mau ngejauhi aku!” Cintya bermonolog. Ponsel Cintya terus berdering berkali-kali. Bahkan sampai hampir 20 panggilan tak terjawab, tetapi Cintya masih tak peduli. Akhirnya, karena merasa risih Cintya pun menerima

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN