Beberapa hari setelah kejadian malam itu, Cintya jadi banyak diam. Pulang kerja pun tak terlalu larut. Tentu saja perubahan yang terjadi pada Cintya membuat Panji senang. Seperti hari ini, Panji pulang dari mengantarkan pelanggan terlalu malam. Saat memasukkan motornya, mobil Cintya sudah ada di dalam garasi. Setelah memasukkan motornya, Panji pun langsung masuk ke rumah. Pintu belum dikunci. “Ayah!” Tiba-tiba terdengar suara Cintya yang begitu lembut saat memanggil Panji. Tentu hal itu membuat Panji menjadi kaget. Panji pun menoleh, tampak Cintya keluar dari dapur. “Iya, Ma.” Panji menatap Cintya takjub, baru pertama kali ini dia memanggil dengan lembut dan tersenyum. “Kenapa bengong?” tanya Cintya. Panji tergagap. Dia sudah ada di depan Panji. Kemudian mencium tangan Panji. “Ma

