Panji Tergoda

1409 Kata

Malam semakin larut, tetapi Panji masih belum juga bisa tidur. Pikirannya melayang ke mana-mana. Tentang teman lamanya, Riska, yang selalu menghubungi. Tentang Dita yang mulai merayunya. Juga soal Cintya yang masih cuek serta tak peduli padanya. Panji benar-benar gamang. Antara mempertahankan Cintya ataukah lebih memilih orang yang betul-betul menghargainya. Panji menghela napas berat. Karena dia tak kunjung bisa tidur, maka dia pun memutuskan untuk keluar kamar. Lalu, menuju balkon lantai atas. Saat tiba di balkon, Panji terkaget karena ternyata ada Dita di sana. Dita langsung menoleh dan tersenyum saat melihat kedatangan Panji. “Loh, Kak Panji, kok, ke sini? Jangan-jangan kita berjodoh. Jodoh yang tertunda.” Dita tersenyum menggoda. Sebagai pria normal, siapa yang tidak tertarik pad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN