Bersama
Ika tidak bertemu dengan Ben selama beberapa hari setelahnya. Ia masih terus terngiang kejadian yang tak sengaja dilihatnya. Entah apa yang merasuki Ben dan Heni. Ika tak menyangka data tarik antara keduanya begitu kuat. Ia hanya menyangka ada keengganan dalam diri keduanya karena terpaut usia ynaag cukup jauh, namun ternyata kenyataan berbicara lain.
"Ke mana perginya Ben selama ini? Mengapa aku tak melihatnya beberapa hari ini? Di kebun juga tak ada." Ika menyodorkan segelas kopi kepada suaminya yang kemudian menikmatinya perlahan. Rasa kopi yang pahit manis sesuai seleranya membuatnya sesekali minum sambil mengecapnya.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" Ika menoleh ke arah suaminya ketika mendapat pertanyaan itu. Perempuan itu juga sedang memikirkan ke mana adiknya mungkin pergi. "Aku hanya merasa mungkin dia ada di kampung sebelah!" Bahunya terangkat, tak yakin akan ucapannya. "Mungkinkah dia ke tempatnya Heni?" Mata Ika terbelalak mendengar pertanyaan suaminya kemudian mendongkol karena menyadari kemungkinan tersebut bisa jadi benar.
Siang hari terik ketika ia sampai di kios kecil milik Heni. Perempuan itu merasa heran menemukan Ben ynaag sedang tersenyum-senyum padanya dari dalam bilik kios tersebut. "Jadi selama ini kau di sini?" bisiknya berdesis cepat, takut kedengaran Heni. "Iya, kakak tidak perlu kuatir. Aku membantu Heni menjaga kios selama beberapa hari ini."
Ika mencari -cari Heni, namun tak bisa menemukannya. "Dia sedang ke kota, jadi dia titipkan kiosnya untuk aku jaga." Ika terdiam. "Oh, begitu! Kau dicari kakak laki-lakimu, katanya kebunmu sudah tak terurus lagi. Rumput sudah tinggi, nanti kau gagal panen jagung jika tak kau siangi. "
Ben malah memeluk bahunya. "Terima kasih kakak sudah kenalkan sama Heni. Dia baik sekali. " Ben tertawa gembira seperti anak kecil yang mendapat mainan baru. Rasanya Ika ingin menghantam kepala pemuda itu untuk menyadarkannya. "Hubungan macam begini tidak untuk main-main. Kau perlu melewati segala urusan adat untuk bisa tinggal di sini. Bukan hanya datang seperti ini." Ika menjelaskan panjang lebar. "Aku hanya membantunya jaga kios selama dia pergi. Katanya dia ada belanja barang kios yang sudah habis. " Ben manampakkan wajah polosny