Bertengkar

1720 Kata

Semua kepala ditolehkan pada Ara. Gadis itu sedari tadi diam memperhatikan apa saja yang mereka debatkan, dan kini sekalinya dia bicara, langsung membuat mereka ternganga, diam tak tau menanggapi seperti apa. Dan Reva yang pertama kali sadar, langsung menggeleng keras. "Nggak boleh, siapapun itu asal jangan kakak," ucapnya menentang. Bukan apa-apa, dia hanya tidak ingin terjadi apa-apa pada Ara. Jika bisa, dia sama sekali tida ingin Ara tau tentang dunia yang pekat akan kejahatan ini, kakaknya yang satu itu terlalu polos untuk itu. "Kenapa? Kakak bisa bantu kok, tinggal bilang aja Kakak perlu ngapain," ucap Ara berkeras kepala. Menurutnya, dirinya bisa membantu, meski dia sama sekali tak mengerti dengan cara kerja mereka, tak mengerti dengan berbagai senjata yang mereka pakai, tetap sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN