Bab 21-Jatuh

1379 Kata

Satriyo menggeliat saat mendengar kumandang azan subuh. Luka dan lebam di wajahnya akibat duel dengan Putra tadi malam masih sedikit nyeri, meskipun sudah minum obat pereda nyeri. Lelaki berambut gondrong itu duduk di tepi ranjang sambil berusaha membuka kedua matanya yang masih sulit terbuka karena tadi malam hampir tidak bisa tidur. Perlahan anak bungsu Surya Adinata itu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudu. Kemudian dia membentangkan sajadah untuk melaksanakan kewajiban dua rekaat. Dalam doanya, lelaki berambut gondrong itu menyebutkan nama Dinda dan memohon agar gadis itu mendapatkan kebahagiaan dengan ataupun tanpa dirinya. Sebenarnya, Satriyo sudah mulai merelakan Dinda untuk abangnya. Baginya asal keduanya bahagia, dia pun juga akan bahagia. Namun, setelah t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN