"Din ...." panggil Putra lirih. "Innalilahi wa inna ilaihi roji'un, Mas ... apa yang terjadi padamu?" tanya Dinda. Gadis itu segera berdiri dari pembaringan dan menghampiri Putra yang berdiri lemah di depan kamar sambil bersandar di pintu. Wanita itu memapah sang suami dan membaringkannya di ranjang. Darah segar masih mengucur dari hidung dan juga sudut bibir Putra. Segera Dinda mengambil kotak P3K dan membersihkan luka-luka di wajah Putra. Belum juga hilang lebam akibat berduel dengan Romi tadi pagi, sekarang sudah ditambah luka baru karena berduel dengan adiknya sendiri. "Kamu berkelahi, Mas?" tanya Dinda sambil mengobati luka-luka di wajah suaminya. "Hmm," jawab pria itu singkat. "Kenapa harus berkelahi, apa tidak bisa dibicarakan baik-baik?" tanya Dinda lagi. Tangannya sudah seles

