Bab 19-Kenyataan

1434 Kata

Suasana malam kota Surabaya masih sangat ramai. Meskipun bukan hari libur, jalan-jalan raya tidak pernah sepi dari lalu lalang kendaraan. Malam itu, Putra sudah berada di balik kemudi, melajukan kereta besinya menuju jalan pahlawan. Di Kafe AA tempat biasa dia dan Safira janjian untuk bertemu. Putra memilih tempat itu karena jarang di jangkau wartawan. CEO tampan itu tidak mau hubungannya dengan Safira sampai terendus para pemburu berita. Dia takut papinya tahu kalau dirinya masih berhubungan dengan Safira. Sesampainya di Kafe yang bernuansa out door itu, Putra sudah disambut senyuman oleh seorang gadis cantik yang berpenampilan anggun dan seksi. Setelah cipika cipiki, mereka duduk mesra di sudut kedai dengan lampu yang remang-remang untuk melepas kerinduan. "Wajah kamu kenapa, Honey? K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN