Waktu menunjukkan pukul 21.00 dimana Sherry masih duduk termenung di sofa kesayangannya. Matanya masih sembab, dan wajahnya terlihat pucat. Beberapa menit yang lalu sang ayah sudah pergi meninggalkan kediaman Sherry. “Bu, saya numpang mandi di sini ya,” Terdengar suara Dimas yang memang sedari tadi belum pulang. Dengan entengnya Dimas mengatakan ingin numpang mandi. Ia masih betah berlama-lama menemani Sherry, walaupun dosennya itu masih enggan diajak bicara. “Iya sana. Itu kamar mandinya di sana,” Sherry menunjuk ke arah kamar mandi dengan malas. ‘Kenapa juga tuh anak belum pulang,’ ujar Sherry dalam hati. Ia lalu mendesah lelah. Rasanya hari ini sungguh melelahkan jiwa raganya. Sekitar sepuluh menit berlalu, Dimas pun keluar dari kamar mandi dengan penampakan yang lebih segar. “Ibu

