Dimas sedang berkutat dengan laptopnya saat pintu kamarnya dibuka oleh seseorang. “Kemarin kamu jalan sama Sherry?” tebak Zayn tepat sasaran. Dimas yang tiba-tiba disodorkan pertanyaan itu hanya diam sesaat, lalu menjawab “Iya” dengan singkat. “Sedekat apa kalian sampai pergi berdua kayak gitu?” Ada nada cemburu tersirat dalam kata-kata Zayn. “Biasa aja, Kak. Aku cuma menyelamatkan Sherry dari pria penguntit yang mengganggu hidupnya.” terang Dimas seperti sudah siap perang dengan kakak laki-lakinya. “Apa kamu bilang? Penguntit? Kamu ngatain Kakak penguntit?” Mendengar nada tidak terima itu, Dimas menghentikan aktivitas dengan laptopnya lalu melanjutkan pembicaraan mereka. “Lalu apa sebutan buat cowok yang bikin risih cewek, terus menerus datang padahal si cewek nggak berkenan?” “Kak

