22. Kusembuhkan Lukamu

1585 Kata

Dimas menarik Sherry ke dalam pelukannya, sementara Sherry masih terisak. Lelaki itu belum menanyai apa-apa, ia hanya ingin agar Sherry tenang terlebih dahulu. “Ibu tenang ya, nggak usah takut. Saya ada di sini menemani Ibu,” ucap Dimas menenangkan. “Saya takut, Dim. Wajah wanita itu terus menghantui saya. Dia berbisik di telinga saya. Mati kau, begitu katanya,” tutur Sherry masih dengan sedikit isakan. “Apa saya sudah gila, Dim? Saya nggak mau kayak gini,” lanjut Sherry kemudian. Dimas masih diam sambil mengelus kepala Sherry. Tidak ada niatan lain yang terselubung dari sentuhan fisik itu. Dimas hanya murni ingin menenangkan dan menguatkan Sherry. “Wajar jika Ibu merasa takut, karena Ibu baru saja mengalami kejadian buruk,” ucap Dimas pada akhirnya. Sejujurnya Dimas bingung harus berk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN