21. Luka Yang Kembali Menganga

1385 Kata

Perjalanan pulang ke rumah terasa sangat lama. Di dalam mobil, Sherry hanya diam menatap jalanan. Sementara Dimas fokus menyetir. Sesekali Dimas melirik ke kiri dimana Sherry tengah sibuk dengan lamunannya. “Ibu kok diam saja? Apakah ada yang sakit?” tanya Dimas memecah keheningan. “Nggak apa-apa kok, Dim. Kamu nggak perlu khawatir. Saya hanya memikirkan pekerjaan yang saya tinggalkan selama saya di rumah sakit.” Sherry menjawab sekenanya. Padahal bukan itu yang tengah dipikirkannya. “Beneran, Bu? Bukan karena perkataan saya tadi?" tebak Dimas tepat sasaran. Seketika Sherry mengalihkan pandangan ke arah jendela. Dia tidak mau membahas itu. Namun sayangnya Dimas ingin membicarakannya dengan lebih serius. “Saya hanya jujur dengan perasaan saya ke Ibu. Dan saya tidak menuntut apa-apa seb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN