20. Confession?

1882 Kata

Sinar mentari hangat menyapa seseorang yang masih terbaring di ranjang rumah sakit. Perlahan terbukalah matanya, lalu ia mulai mengamati keadaan sekeliling. Sherry sudah sadarkan diri. Dilihatnya tangan kiri tersambung ke jarum infus. Sementara di sebelah kanannya seorang lelaki memejamkan mata sambil merebahkan kepala di tepian brankar. Dimas, seorang yang setia menunggu di sisinya. Sherry berusaha untuk duduk, namun pergerakannya mengusik tidur Dimas. Dimas lalu membuka mata. “Ibu sudah sadar? Tiduran dulu saja, nggak usah duduk. Saya panggilan suster ya,” kata Dimas dengan penuh perhatian, ia lalu memencet tombol bel di dekat meja pasien. “Dimana ini Dim? Kenapa kamu ada di sini? Apakah semua baik-baik saja? Dimana ayah saya?” Sherry mencecar pertanyaan pada Dimas walau tubuhnya masi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN