“Atur anakmu, didik dia menjadi anak yang baik-baik. Bukan malah tidak sopan sama orang tua, tidak tau diri anakmu itu. Di tempat umum tidak memiliki sopan santun sama sekali, Bagaimana dulu kamu mendidik dia? Memang perempuan yang tidak tau diuntung kamu ini, Ifa, tidak becus dalam segala urusan. Sebenarnya apa yang kamu bisa selama ini, hah? Laki-laki mana yang tahan memiliki istri seperti kamu? Ternyata keputusan aku untuk pisah dengan kamu adalah keputusan yang terbaik, aku mendapat ganti kamu yang jauh lebih baik dan pantas mendampingi aku. Sia-sia dulu aku menikah sama kamu. Anak tidak tau aturan, lalu kamu menjadi mandul. Gagal menjadi istri dan juga gagal menjadi seorang ibu, paket komplit sekali.” Pria itu tersenyum miring dengan bersedekap, dia suka sekali melihat wajah perempuan

