"Manyu nggak mau,” jedanya, “intinya sampai kapan pun Manyu nggak bakalan mau. Manyu udah bilang berapa kali sih, Ma, jangan pernah kembali dengan masa lalu. Ibarat kata nih, Ma, mengulang membaca novel yang sama. Pertama kali baca masih oke, alurnya nggak terlalu bisa ditebak. Tapi, untuk kedua kalinya nggak mungkin sama. Mama sudah tau akhirnya bagaimana, alurnya juga seperti apa, semua sudah terlihat gamblang seperti bacaan pertama. Nggak ada yang berubah sama sekali, Ma, apa yang mama harapkan dari membaca kembali pada buku yang sama? Tidak akan mungkin ada kejutan kembali seperti baru pertama kali baca. Udah nggak ada kesan terkejut atau menemukan hal yang mengesankan kembali.” Abimanyu menghela napasnya panjang, dia berusaha terus mengontrol emosinya agar tidak terlalu meletup. Meng

