"Kok lo diem aja? Kenapa? Mereka baik semua loh, nggak ada yang punya niatan buruk sama lo. Apalagi sampai punya pikiran yang enggak-enggak sama lo. Gue yang jamin kalau anak-anak ini baik semua, nggak usah khawatir bakal dikucilkan sama mereka. Kan gue ada, jadi kenapa takut? Lo tau sendiri anak-anak tuh orangnya emang gitu dan akan tetap seperti itu sampai kapan pun. Gue pengen kita seperti dulu, akrab dan bercengkrama seperti pas kita kerja kelompok. Lagian lo masih satu kelompok kok sama kita, Rei, mereka juga pasti nggak mungkin ada niatan buat acuh sama lo. Percaya aja sama gue, mana mungkin sih Manyu bohong sama lo? Hm? Kapan gue bohong? Nggak pernah kan?" Laki-laki itu tersenyum, lalu menuntun perlahan perempuan yang berada di sampingnya. Semua pandangan tertuju pada mereka, senyum

