Chapter 8

1068 Kata
***Villa Milik Ken*** Mereka baru saja sampai di Villa, Ken membanting tubuhnya di atas ranjang, Fira merapikan barangnya untuk besok. Ken melirik ke arah Fira dan memanggilnya untuk menemaninya di atas ranjang. Sayangnya Fira menolak dan lebih memilih pergi mandi. Tak habis akal,Ken mengikuti Fira ke kamar mandi. Tentu saja mereka melakukannya disana. Meski Fira menolak namun Ken tak menerima penolakan. Ia terus menghujani Fira dengan tusukan dan desahan yang membuatnya keenakan. Setelah selesai Ken memandikan Fira, dan menggendongnya keluar kamar mandi. Fira kelelahan setelah serangan yang dilakukan Ken. " Ken, turunin aku! Aku mau pake baju, trus tidur. Capek tau ih!", " Hahaha..  Oke babe... Makasih ya.. Aku mau ke ruang kerja , kalau kamu cari aku.. ", " Ihhh pede, aku mau tidur ga bakal nyariin kamu! Hufh! ", " Oke oke... ", Ken sedang mengerjakan bisnis yang sudah dijalankan selama beberapa tahun ini. Bisnis yang ia jalankan bukanlah milik Orang tuanya , namun miliknya sendiri. Jatuh bangunnya ia rasakan sendiri, semua perjuangannya hanya untuk Fira. Meski terbilang muda, Ken sudah memiliki bakat seperti orang tuanya. ' Semoga semua ini bisa membuatmu bahagia, Fir. Hidupku sepenuhnya untukmu ' ,batin Ken *** Paginya, Fira terbangun dan mencari keberadaan lelaki yang biasa tidur di sebelahnya. Tak menemukan Ken di kamar, Fira mulai mencari dibseluruh Villa. Ia hanya bertemu asisten rumah saja di dapur, saat bertanya keberadaan Ken ,Bibi hanya menggeleng tanda tak tahu. Fira kembali menyusuri setiap sudut Villa ,dan teringat bahwa Ken bilang kalau ia di ruang kerjanya. Fira berlari menuju ruang kerja Ken. Benar saja ,Ken sedang tertidur di sofa. Fira mendekatinya mencoba membangunkan Ken dengan lembut ,namun tak kunjung bangun. Timbul ide jahil Fira untuk membangunkan Ken dengan kasar. Ia mendekati telinga Ken dan berteriak sekencang-kencangnya. " Kkkeeeennnnn !!!!! Banguuuuunnnnn !!! ", " s**t!!!! Apaan sih!! BISA GA SIH BANGUNINNYA PELAN-PELAN!! ", bentak Ken pada Fira ,yang membuat Fira terkejut dan berlari menuju kamar. Baru kali ini Ken membentak Fira dengan kasar. Fira menangis dikamar dan enggan beranjak dari sana. Terdengar dari luar kamar Ken mengetuk pintu, meminta maaf pada Fira karena sudah membentaknya. " Sayang... Please... Open the door!!! Fira... Bukain dong! Maafin aku !! ", " Tuan Muda, perlu saya yang panggil? ", tanya bibi " Tidak Bi, ini salahku... Bibi lanjut saja... Aku akan tunggu disini ", " Baik Tuan muda, jika perlu sesuatu panggil saja Bibi ", " Iya bi, terima kasih ", Ken terduduk di depan pintu kamar, sembari masih mengetuk pintu kamar. ' Sialan!!! Ga pernah ada yang berani bentak aku kayak gitu!! Sakit banget rasanya... Hikhik... Bodoh deh mau ngetuk sampek kapanpun!! ', batin Fira. Ken masih disana, tanpa henti meminta maaf pada Fira. " Babe, bukain dong!! Jangan marah lagi!! Maaf, beneran aku spontan tadi itu... Aku bakal lakuin apapun biar kamu mau maafin aku!!, lagian hari ini kamu ada perlu di kampus kan? Keluar dong sayang!! Jangan ngambek gini ", Ceklek..... Pintu kamar terbuka... " Babe, oh God... Kamu bikin aku khawatir tau ga! Maaf yaa sayang ... ", sambil memeluk Fira " Aku yang minta maaf udah teriak bangunin kamu... ", " Ya udah, kamu ada acara kan sama temenmu? Siap-siap gih, aku juga ada janji sama orang buat bahas kerjaan ", " Ehm... Kamu anter aku ? ", " Mobil buat kamu udah selesai ,kamu bisa pergi sendiri kalau mau. Tapi kalau mau aku antar ya gapapa ", " Aku berangkat sendiri aja ya?? Aku mandi dulu ", " Oke ", Setelah sama-sama menyiapkan diri untuk keluar. Ken dan Fira bertemu di meja makan, mereka menyantap sarapan yang sudah di siapkan sedari tadi oleh Bibi. " Aku udah selesai, aku berangkat dulu ya babe. Kabari aku kalau kamu udah sama temen-temenmu, okay?", " Hmm iya.. Hati-hati dijalan... ", " Kamu juga, jangan ngebut... Inget sama jalannya kan? ", " Ada Gps juga, hehehe... Kalaupun lupa juga bisa telepon kamu buat jemput ", " Oke... Bye ... ", Cup... Ciuman di pipi dan bibir menjadi biasa buat Fira dan Ken saat ini *** (Fakultas seni budaya UGM) " Hi Ra, lama amat sih!!! ", sapa Mei yang kesal menunggu lama " Hi girls, sorry . Ada sedikit masalah tadi, tapi udah beres kok. Gimana-gimana kemarin ? Hehe maaf ya ga ikutan... ", " Ga asik lu Ra!! Banyak senior yang nyariin kamu tau ga sih! Secara di antara kita yang keliatan paling cakep lu doang!! " ,ujar Sinta " Apaan sih !!, hmmm ", jawab Fira sedikit kesal " Udah-udah ,nih Ra jadwal kelas sama jamnya. Ada beberapa Matkul kita satu kelas, tapi ada juga yang ga", jelas Mei " Ow, oke. Makasih ya girls... ", Mereka sedang berada di kantin ,meski terbilang mahasiwa baru, namun banyak senior yang mengenal mereka. Karena mereka termasuk kelompok gadis yang bisa di bilang populer dan cantik di antara lainnya. " Ra, mana cowok lu? Kenapa ga diajak? Anak fakultas apa ya? Lupa gue ", tanya sinta " Ehm... Lagi kerja... Udah bahas lainnya aja deh... Hehe ", " Dasar ni anak ya... Oya, jalan yuk!! Kemana gitu ", ajak Mei " Yuk deh... Kemana gitu... ", Mereka berdiskusi dan mau melanjutkan kegiatan ke tempat lain. Ditempat lain ,Ken menunggu kabar dari Fira. Namun yang ditunggu tak kunjung memberikan kabar. Ken berinisiatif menghubungi Fira terlebih dahulu dengan mengirim pesan. Ken : 'Babe, where are you?' Fira : 'aku mau hangout sama temen-temen ke Amplas, sorry sayang lupa ngabarin hehehe ' Ken : 'Oke, aku lanjut kerja dulu,met have fun babe ' Fira :'thanks sayang, muach' Lega dengan kabar dari kekasihnya itu, Ken melanjutkan pekerjaannya. " Kirim pesan sama siapa sih?, serius amat? ", tanya asisten Ken " Sama pacar, biasalah... Kepo aja sih!", jawab Ken sedikit kesal Asisten Ken adalah teman Papanya yang sudah ia percaya sejak dulu untuk membantu bisnisnya. Namanya Rahman, seorang pria berumur 37tahun. Duda yang memiliki penampilan tak jauh beda dengan Ken. Hal itulah yang membuat Ken nyaman dan menganggap Rahman seperti pamannya sendiri. " Kenalin dong!! Hehehe ", goda Rahman " Ogah, entar Uncle embat gebetan Ken!! Sono cari istri dulu, baru Ken kenalin ke pacarku ", " Yeee, nyindir nih!! Enak tau sendiri itu... Hehehe ", " Dah kerja... Kerja... Ken pengen cepet pulang nih!! ", " Hmmm iye iye... Anak muda... ", " Hahahaha... ", Seharian Ken bersama Rahman di salah satu kantor milik Ken. Pekerjaan yang tak kunjung selesai membuat Ken mendesah kesal, karena pasti Fira sudah tidur saat ia datang. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN