Ceroboh

1298 Kata

Wijaya sudah duduk di bangku kemudi dengan tenang. Mata dengan manik hitam itu tengah fokus menyetir mobil menuju perpustakaan yang ia tuju, tetapi di tengah perjalanan, Wijaya teringat akan sesuatu. Dia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit terlebih dahulu. Menghentikan mobil di tempat parkir yang ada di rumah sakit, kemudian melangkah menuju ruang pendaftaran. Tidak disangka, di sana telah mendapatkan nomor antre ke dua puluh empat, padahal hari belum begitu siang. Akhirnya, Wijaya memilih untuk meninggalkan antrean sejenak untuk mengisi perutnya yang masih kosong. “Mas, antre ke poli apa?” tanya seorang ibu yang baru saja duduk di sebelah. “Oh ini, Bu, saya ambil poli untuk kejiwaan.” Wijaya melanjutkan untuk menyeduh teh hangat menggunakan sedotan. “Ada apa, Bu?” tanyanya saat melih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN