BAB 8

881 Kata
1 jam lebih pengerjaan tugas dan semuanya telah selesai. Sedangkan Sihan duduk di kursi guru dan menanti temannya untuk mengumpulkan tugas di atas meja, Sihan sendiri? Gadis itu memiliki tangan yang cekatan dalam menulis, dalam artian cepat dan indah. "Five k*****t, tugas kalian mana?" tanya Sihan. "Paling bawah," jawab Noval. Sihan mengecek buku mereka, dan semuanya telah mengumpulkan. Tentu Sihan melayangkan tatapan sinis kemudian tersenyum dan menaikkan jempolnya. "Begini dong, kan bisa bebas jadinya," ucap Sihan dan mereka berlima mengangguk-angguk. Perpaduan rasa yang pas, antara dia dan aku. Namun sayangnya, itu hanyalah kehaluan yang hakiki. Sihan tertawa setelah membaca quote tersebut, Sihan seringkali berimajinasi yang dimana dirinya menikah dengan shawn mendes, namun sayangnya, itu hanya sebatas kehaluan, tidak lebih dan tidak kurang. "Ketawa sendiri kek orang gila," ucap Eagan. Sihan mendongak dan melihat Eagan yang berada di depan meja. "Gue gak gila, lo yang gila!" balas Sihan. Eagan merebut ponsel Sihan tiba-tiba dan membaca quote yang Sihan baca tadi. Eagan tersenyum setelah membacanya pula dan menatap gadis di depannya dengan jahil. "Cie yang sering halu bersanding sama gue, gak perlu berhalu sayang, Abang Eagan mau kok sama Dedek Sihan." Eagan mengerlingkan sebelah matanya, sementara Sihan bergidik ngeri. Bukan dirinya yang selalu berhalu, ternyata cowok di depannya pun juga, namun lebih halu dibandingkan Sihan. Terlindas di tengah jalan, pada saat itulah aku melihat dirimu dengan yang lain. Saat Eagan meng-scroll layar ponsel Sihan, quote tersebut sempat dirasakan oleh Eagan, pada saat Sihan dijemput oleh seseorang kemarin di depan halte yang ternyata merupakan kakak Sihan sendiri. Eagan geleng-geleng kepala, apakah dirinya cemburu? Sedikit saja? Eagan sedikit malu untuk mengakuinya, tapi, memang iya. Jam istirahat, Sihan tidak ke mana-mana, dirinya hanya diam di kelas sembari menunggu ke lima anggota T-FIVE kembali ke kelas, Sihan menitipkan sebuah roti dan minuman ke mereka. 5 menit menunggu, akhirnya mereka berlima tiba dengan menenteng belanjaan masing-masing. "Nih, roti sama susunya," beri Fandi ke Sihan. "Terima kasih." Mereka berenam makan bersama, teman kelas memperhatikan Sihan yang begitu terbiasa berada di dekat 5 cowok tertampan di Towyer School. Di pikiran mereka, Sihan sangat beruntung, sedangkan bagi yang cowoknya sedikit merasa iri kepada lima cowok tersebut yang mendekati Sihan dengan mudahnya. Sihan tak punya sahabat, teman? Sihan tidak tahu juga, sepertinya hanya sebatas kenal saja karena Sihan sendiri yang selalu menjauh dengan alasan tidak suka keramaian. Aneh, menurut banyak orang. "Karaokean kuy, nanti," ajak Noval. "Kuy," kompak ke empat anggota T-FIVE. Sihan sendiri sibuk dengan makanannya, cewek tersebut terlalu menikmati. Eagan menyenggol Sihan dan menaikkan sebelah alisnya, "mau ikut kan?" tanya Eagan. "Ikut? Gue Cewek sendiri? Gak, lo aja berlima yang karaokean," jawab Sihan kemudian melanjutkan makannya. Eagan membenarkan apa yang diucapkan Sihan, dirinya pun sama jika seorang cewek mengajaknya karaokean tapi dirinya hanya seorang diri cowok. "Ajak satu Cewek gih, biar Sihan ikut," ucap Jono. "Siapa?" tanya Aksara. "Tuh, Gina," tunjuk Fandi ke arah cewek yang berkacamata tebal dan rambut yang dikucir dua. Eagan, Aksara, Noval, dan Jono langsung menolak keras. "Gak usah lah, culun njir!" ujar Eagan meledek Gina sembari tertawa, Sihan sendiri merasa risih padahal bukan dirinya yang diledek, tapi, Sihan memiliki hati nurani yang tidak tegaan. Melihat mereka berlima yang mengejek seseorang membuatnya kesal sendiri. "Emangnya salah kalau culun?" tanya Sihan. Kompak mereka berlima mengangguk membuat Sihan berdecih kemudian berdiri lalu meninggalkan mereka dan menuju tempat Gina. "Gina," panggil Sihan. Gina pun berbalik dan mengangkat alisnya sebelah dan bertanya, "kenapa?" "Pinjem kacamata lo boleh?" pinta Sihan, tanpa menjawab Gina meminjamkan kacamatanya ke Sihan. Sihan tersenyum dan mengenakan kacamata tersebut, Sihan sedikit curiga, saat dirinya mengenakan kacamata Gina, ternyata, kacamata itu hanyalah kacamata biasa. "Lo, gak minus kan?" tanya Sihan dan Gina mengangguk. "Terus ngapain pake kacamata, gini? Lo nyamar gitu seperti yang di novel-novel?" tanya Sihan kemudian tertawa kecil. Gina tertawa pula mendengar pertanyaan konyol Sihan. "Gak, lah. Gue emang nyaman pake kacamata, dan masalah rambut yang dikucir ini, gue juga suka." Sihan mengangguk-angguk, sedangkan Gina menyuruh Sihan untuk duduk di sebelahnya. Gina rasa Sihan bisa diajak berteman dan satu-satunya orang yang mau berbicara dengannya di sekolah elit ini. "Kalau gue perhatiin, lo itu cantik." "Iya dong, kan gue Cewek, hihihi," balas Gina. Kembali ke 5 anggota T-FIVE, mereka mengerutkan kening yang melihat Sihan akrab dengan Gina culun itu, karena penasaran mereka semua menuju ke arah dua cewek itu. Saat Eagan melihat Sihan, dirinya tak tahan untuk tidak menyubit pipi Sihan. Cowok itu diam-diam mendekati Sihan dan mengambil kesempatan untuk menuntaskan perasaan gemasnya. "Eagan, sakit tau!" kesal Sihan melepaskan cubitan cowok menyebalkan tersebut. Gina yang tersenyum sebelumnya langsung merubah mimik wajahnya menjadi biasa saja. "Ck, the destroyer, kah?" tanya Gina menatap benci mereka berlima. "Emangnya kenapa?" tanya Jono. "Biasa aja, gak sesuai dengan namanya," jawab Gina. "Culun, jangan cari masalah. Lo harus tahu, kalau lo itu sekolah di sini karena dikasihani, bukan karena apa-apa," balas Jono."Please, berhenti membeda-bedakan, gue gak suka! Ini sekolah, gak penting kalau lo orang berada atau pun tidak, yang jelasnya kita sekolah buat menuntut ilmu, bukan gaya-gayaan, "sinis Sihan, kemudian melanjutkan ucapannya tak kalah sinisnya, "tanpa duit orang tua, kalian gak bisa apa-apa," lalu, Sihan menarik tangan Gina dan keluar kelas bersama. Sihan benci orang sok kaya seperti itu, memangnya mereka siapa? Dengan modal tampang dan harta mereka bisa merendahkan orang lain? Itu tidak benar, padahal, sikap rendahan adalah mereka yang sering menghina.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN