Waktu semakin bergulir, pagi ke sekian telah tiba di kampung Ciharunten. Sinar masih tetap menjadi pendakwah dan mengajari anak-anak kampung setempat mengaji, bersama Khanza. Kini ekonomi mereka semakin membaik ketika mulai berjualan sandal dan tetap taat beribadah. Sejak membaiknya ekonomi rumah tangga Khanza, ia mengajak adik-adiknya yang di Garut untuk ikut tinggal bersama di rumah yang sekarang ditempatinya. Kebutuhan hidup Hasanah, Yusuf dan Jubaedah kini dipenuhi oleh Khanza, tetapi tidak untuk Rahayu. Kehidupan Rahayu, adik terdekat Khanza sudah menikah dan kondisi ekonominya sangat membaik. Rahayu justru menjadi pengusaha sukses bersama sang suami. Walau tidak sesukses dan sekaya Rahayu, tetapi Khanza ikhlas mengurusi ketiga adik-adiknya dengan kehidupan yang sederhana.

