Beberapa bulan setelah kelahiran Mukafi, Sinar dan Khanza mengajak kedua buah hatinya berkunjung ke Garut untuk sekadar bersilaturahmi dengan nenek, kakek dan paman bibinya. Begitu sampai di Garut, bukannya kesenangan melepas rasa rindu yang didapatkan, ia justru mendapat kabar mengejutkan. Abah Jaelani dan Ibu Masito menyampaikan berita yang cukup menyedihkan bagi Khanza. "Ibu mau jual aja rumah ini," ungkap Ibu Masito. "Kenapa, Bu? Ini satu-satunya rumah pusaka kita, tanah kelahiran anak-anak Ibu," ujar Khanza. "Abah sudah tak tahan tinggal di sini. Katanya, benar-benar sakit hati sama saudaranya." "Saudaranya?" Khanza mengerutkan dahinya. "Maksud Ibu, Abah Jaenudin?" Khanza berusaha memastikan. "Iya, siapa lagi?" sahut Ibu Masito. "Emang masalahnya gimana?"

