Dua tahun berlalu, di usia Rizki yang menginjak empat tahun, tentu kebutuhan Khanza pun semakin bertambah. Ia berusaha menabung untuk mempersiapkan pendidikan anak sulungnya satu atau dua tahun ke depan. Namun, di usia pernikahan yang semakin dewasa, Sinar justru telihat malas-malasan di mata Khanza. Suaminya hanya menjalankan ibadah dengan baik dan mengajar anak muridnya sesuai jadwal, setelah itu pria dengan satu orang anak itu hanya berbaring di tempat tidurnya. Hal itu terjadi setiap hari, bahkan di waktu pagi pun Sinar tidak menyibukkan diri seperti Khanza yang selalu berkutat di dapur, memasak, membuat es buntal dan membereskan rumah. Keuletan Khanza dalam menggali ilmu membuat dirinya yang semula tak bisa memasak justru menjadi pandai. Bahkan masakannya sering dipuji karena memi

