Seriring bertumbuhnya Rizki, Khanza dan Sinar melanjutkan hidup di Kampung Ciharunten dengan tetap menjadi pengajar. Demi kelangsungan hidup, selain menerima infak seikhlasnya dari para murid, Khanza juga berinisiatif untuk membuat es buntal dan menjajakan pada anak-anak di majelis saat ia sedang mengajar. Hal itu terus berlangsung hingga hasil jualan es tersebut mampu menghidupi Khanza dan keluarganya dengan cukup. Hari demi hari Khanza terus membimbing dan mengajari anak sulungnya cara-cara agar bisa duduk dengan baik, merangkak dengan lingcah, berdiri dengan tegak, hingga akhirnya dapat berjalan serta berlari dengan cepat. Jika Rizki saat bayi sangat terlihat lucu, gemuk dan begitu menggemaskan. Begitu pun saat ini. Anak sulung dari pasangan Khanza dan Sinar itu sekarang sudah

