Liburan Atau Siksaan Batin?

1618 Kata

“Dafa, setelah ulang tahun Cantika, kita berlibur ke Bali. Semua sudah setuju, tinggal kamu yang belum kasih jawaban,” ucap Mega di tengah sarapannya bersama ketiga putra dan kedua menantunya. “Ayolah, Bang. Mumpung libur 3 hari, kita bisa berlibur,” timpal Aditya mengajak Dafa untuk ikut. Dafa masih diam. Tidak ada yang tahu bagaimana perasaannya saat ini. Bagaimana ia dapat berlibur, sedangkan hatinya sangat ingin bertemu Tama, putranya yang sangat ia rindukan. 3 hari berlibur, akan sangat menyenangkan jika ia menghabiskan waktu itu bersama Tama dan Nadira. Celline yang duduk di sampingnya, membubarkan lamunan Dafa saat berkata, “Sayang? Gak ada alasan buat gak ikut, 'kan?” “Lagian kamu di sini juga ngapain? Semua orang bakal pergi. Masa kamu sendiri,” timpal Mega seolah memaksa.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN