Berada di dalam mobil mewah, Nadira merasa bertolak belakang dengan keadaannya saat ini. Pakaian lusuhnya sangat mencolok, sangat tidak pantas berada di dalam mobil mewah, di samping seorang berstatus tinggi yaitu Dafa. Pakaian Dafa sendiri tak begitu mewah. Hanya kaos polos berwarna putih yang dipadukan dengan jeans berwarna hitam pekat. “Kamu bekerja?” Dafa mengingat Nadira pernah mengatakan dirinya bekerja, tetapi Dafa tak pernah menanyainya perihal pekerjaannya. Nadira mengangguk sebagai jawaban. Dafa kembali bertanya karena merasa penasaran, “Sebagai apa?” “Butik. Sebagai penjahit,” jawab Nadira jujur. Dafa menghembuskan napas berat. Begitu sulit kehidupan Nadira setelah pergi dan ia baru mengetahui hal itu. “Kenapa kamu bohong sama Farel? Kamu bilang pergi ke Australia. Nadira,

