Kebenaran

1908 Kata

Pagi pun tiba. Sebenarnya Dafa tak sabar untuk datang ke rumah sakit. Namun, ia ingin membawa suatu bukti kepada Nadira. Jadi, Dafa terpaksa harus menunggu dengan keadaan hatinya yang cemas. Setelah seseorang menghubunginya, barulah Dafa bergegas ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, bukan ruangan Tama yang ia tuju, tetapi ruangan dokter. Di dalam ruangan itu, ada seorang dokter yang sudah menunggunya. Dafa kemudian duduk di atas kursi, di depan meja ruangan itu. Tangannya yang tak sabaran, merobek sebuah amplop besar. Dafa membaca setiap inci dari satu per satu kata yang tertulis di laporan itu. Seketika darahnya terasa beku, wajahnya tak memperlihatkan ekpresi apapun, matanya tak berkedip sedikitpun sehingga mengeluarkan air tanpa ia sadari. Setelah sekian menit membeku, Dafa meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN