Chapter 78

1065 Kata

“Kisya, bangunlah, ayahmu sudah menunggu di depan,” teriak ibu dari dapur. “Aku sudah bangun,” jawabku juga dengan setengah berteriak. “Kalau begitu bergegaslah,” kata ibu lagi. Aku dengan langkah ringan mengayunkan kaki menuju teras rumah. Dengan celana jeans belel dan rambut kuikat tinggi, aku melihat sekitar mencari ayah yang katanya sudah siap di depan. Tidak jauh dari halte, ternyata memang ayah telah siap dengan mobil yang kapnya terbuka. “Ada masalah?” tanyaku saat kami sudah dekat. “Tidak, hanya mengecek mesinnya sebelum kamu pakai berlatih.” Aku menunggunya di samping mobil. Ayah benar-benar mengamati isi kap yang entahlah aku tidak tahu apa saja yang ada di dalamnya. “Ayah tahu, kamu anak yang mudah belajar, tapi beberapa hal harus kamu tahu sebelum memulai menyetir mo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN