peserta yang lain. Karena bagaimanapun ini bukan jadwalku. Aku tidak lagi memindahkan Sytoria toh aku sudah memasang kamera untuk merekam perkembangan atau jika ada sesuatu yang terjadi pada Sytoria. Benar saja, saat aku berada di depan pintu, ternyata seorang anak juga sudah berdiri di ambang pintu. Dia yang membuka pintu dan melihatku berdiri di sisi lain pintu. "Apakah aku salah hari?" tanyanya padaku. "Tidak," kataku. "Lalu untuk apa kamu di sini?" "Maafkan aku, kemarin aku panik penelitianku tidak kunjung menunjukkan hasil." Aku jujur saja padanya yang tidak kukenal itu. Kulihat dia walaupun dengan pandangan penuh selidik kemudian mengangguk. Aku pun sedikit bergeser ke kiri begitu juga dengannya. Kemudian kami bersimpang langkah. Setelah di luar, aku melihat sekitar ruanga

