Pagi menyapa dari kicauan burung-burung yang mampir di dahan dan ranting-ranting maple yang banyak di sekitar asrama kami. Sedikit menenangkan hati menyadari setidaknya kekayaan hayati itu masih kami jumpai di antara industri yang semakin berkembang dan banyak kerusakan alam terjadi di sana sini. Aku terbangun untuk membuka jendela. Merasakan angin pagi musim gugur yang kering. Panel surya di bingkai jendela mulai bekerja untuk menangkap panas mentari sebanyak-banyaknya. Aku masih berdiri di tepian jendela memandang taman Moons Camp yang dipenuhi kursi di antara pohon-pohon maple yang besar. Bersandingan dengan hutan twig yang terlihat sekedar rimbun dari sini. Tidak tampak bangunan-bangunan meta yang megah jika kami sudah menyebrangi pipa gerbangnya. Aku bukan satu-satunya peserta yan

