Demi apa pun juga Krista langsung menelan ludahnya cepat. Tentu saja ia tidak berani dengan King Zubair! Krista kalah dan tidak berkutik melawan Ali yang penuh dengan kekuasaan ini. Kenapa orang-orang kaya selalu berkuasa dan semena-mena seperti ini. “Haahh… Ya Allah…” Gumam Krista sambil mengusap wajahnya putus asa sekali. Krista pun menandatangani perjanjian itu dan kemudian terkulai lemas di atas kursinya sendiri. Ali tersenyum puas ketika kertas itu sudah berada di tangannya kembali. “Puas? Cepat buka borgolnya!” Entah sudah ke berapa kali Krista membentak Ali. Ali menaikkan kedua alisnya dan mengeluarkan ponsel dari saku kiri gamisnya. “Sebutkan nomot teleponmu.” “Tidak.” “Aku harus tahu nomormu agar aku bisa melacakmu jika kau melarikan diri ke Negara lain.” Krista meloto

