Membayangkan

2192 Kata

Adira sudah akan bertanya lebih lanjut mengenai Umair tapi orang yang ingin di tanyakan sudah datang dan menatap Krista yang masih terbaring sambil memainkan infusnya. Adira menyingkir sedikit agak jauh agar bisa memberi Umair ruang. Walaupun dalam hati Adira sedang mengamati mereka berdua. Adira sudah mendapatkan pekerjaan baru setelah ia dipecat dari perusahaannya yang lama. Yaitu menjadi detektif cinta Krista antara Pangeran Ali dan juga Umair. Umair tampak memperhatikan kain perban yang menutupi kening Krista. Wajahnya langsung kesal lantaran luka itu didapat dari pria tua kasar yang tidak tahu diri. “Bagaimana lukamu?” Tanya Umair mengalihkan perhatian Krista. Wajahnya terlihat lemah dengan mata yang sayu seperti tidak bersemangat lagi. Umair tercekat ludahnya sendiri melihat kon

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN