32. TEROR . 2

1113 Kata

Aku hanya mendesah lesu melihat foto yang tampil di layar ponsel Andrew. Dengan malas aku mengembalikan ponsel tersebut pada pemiliknya. "Oiya, tapi ada sesuatu hal yang belum aku sampaikan padamu soal Reza. Waktu kamu makan dengan dia di restoran Farah, katanya sempat ada keributan, betul? Ada masalah apa?" tanya Andrew, setelah meletakkan ponselnya di atas meja. "Mama dan Mas Reza yang ribut," jawabku. "Kata Farah, kamu dan Mama kamu."  "Owhh..., kalau itu cuma ribut kecil. Tapi udah nggak ada masalah apa-apa lagi. Kenapa, Drew?" "Farah bilang laki-laki yang bersama kamu itu aneh. Waktu kamu dan mama kamu berdebat, dia malah tersenyum. Tapi senyumnya itu aneh, tipis dan licik. Saat kamu nggak lagi memedulikan keberadaan laki-laki itu karena meninggalkan restoran begitu sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN