10.2

1782 Kata

Amira menatap pria yang muncul dari kerumunan orang-orang di bandara dengan tampang muaknya. Lihat koper yang pria itu bawa. Gila memang. “Berapa uang yang lo bayar untuk mutusin kontrak?” tanya Amira pada Umar. “Lo ga bakal bisa bayangin berapa banyaknya,” cibir Umar pada sahabatnya itu. Tidak ada seorangpun dari keluarganya yang tau kalau Umar pulang hari ini. Pulang untuk menetap sampai permainan yang sedang ia mainkan usai. Hanya Amira, Rehan dan Egin yang mengetahui hal ini. Sedang untuk alasan kenapa hanya Amira yang muncul untuk menjemputnya, jawabannya adalah karena Umar ingin demikian. Amira menunjukkan ekspresi gelinya pada Umar yang tampak sombong sekali setelah membuang uang dengan percuma. Sedang bagi Umar, hidup ini bukan tentang uang. Ia yang bergabung dengan klub sepak b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN