bc

senja di paris

book_age18+
22
IKUTI
1K
BACA
city
secrets
like
intro-logo
Uraian

ketidak sengajaan menjatuhkan paspor di bandara membuat nadin bertemu dengan seorang lelaki seusianya dan tanpa tahu terjalin ke akraban yang baik bagai seorang sahabat dan terkadang terlihat lebih dari sahabat.

tapi persahabatan yang ia anggap akan selalu baik baik saja ternyata salah, hal yang di luar nalarnya terjadi seolah mimpi yang tidak akan mungkin terjadi

chap-preview
Pratinjau gratis
di tinggalkan
semilir angin yang dingin terasa nikmat dalam kesendirian sambil menatap manusia lain yang sibuk becengkrama dengan teman,pacar, dan kelaurga mereka di sini seperti alun-alun banyak manusia lain datang untuk berfoto disini di mengambil gambar dengan menara eifel yang terkenal di seluruh dunia,siapa yang tak tau dan tak bermimpi untuk bisa berfoto disini, bahkan aku sendiri sangat memimpikan ini di usia remajaku,aku bercita cita ingin bisa berkuliah di luar negri dna tujuanku adalah di kota paris, siapa yang sangka allah memberi aku kesempatan untuk meraskan kota impiam ku ini aku seorang mahasiswa, yang sedang menyelami ilmu sastra budaya di fakultas humaniora universitas paris Universitas Paris menjadi salah satu universitas paling terkenal dan prestisius di dunia, dan telah menciptakan pemenang Penghargaan Nobel dari fakultas dan badan pelajarnya, serta beberapa intelektual, politikus teori, ilmuwan, teknisi, fisikawan, teolog, dan artis besar. Banyak ilmuwan besar lahir di universitas ini. Contohnya adalah Victor Hugo, Claude Levi-Strauss, Roland Barthes, Jean Baudrillard,Paul Ricouer, Henri Lefebvre, dan masih banyak lagi.Bahkan novelis Indonesia, Andrea Hirata juga menjadi alumni di sini hembusan nafasku selalu aku syukuri, tak sangka dan tak dapat aku percaya ketika aku mendapatkan kabar gembira 2 tahun yang lalu mengenai besiswaku untuk dapat keluarg negri begitu nikmat hidup ini tak dapat aku percayai allah memberikan ku kesempatan untuk menginjakkan kaki di kota paris,itulah sedikit ceritaku mengenai mimpiku dulu yang telah terwujud aku meminum kopi yang sedang aku pegangi menyeruput sedikit demi sedikit untuk menghangatkan tubuhku yang terasa sedikit dingin tubuh yang telah tersambul sempurna pakaian musim dingin tidak membuat udara dingin itu masuk ke pori-pori kulitku, hampir jam 18 sore tapi matahari masih menyilaukan bumi paris ini, memang sudah terbiasa dengan perubahan waktu yang ada di indonesia, waktu siang yang sedikit lebih lama dari asia. tak berniat untuk beranjak dari tempat duduk saat ini, aku masih melamun dan memikirkan banyak hal terjadi dalam hidupku beberapa tahun kebelakang disini aku bergaul dengan teman-teman kelasku, aku aktif di kelas dan selalu menjadi panitia acara ketika kampus ata fakultasku mengadakan ivent tetapi aku bertipikal suka menyendiri kala aku di luar kampus saat menikmati pemandangan dan menyusuri kota, aku menganggap jauh lebih tenang dan fokus ketika menikmati setiap inci jalanan dan gedung-gedung di kota ini. alhamdulillah aku di terima baik disini dengan berlatar belakang muslimah yang mengenakan hijab teman temanku tidak pernah memandang aku orang yang berbeda,hanya di awal pertama kali aku masuk ada beberapa mata yang mungkin merasa aneh dengan hijabku, tetapi juga ada beberapa muslimah yang mengenakan hijab di universitas walapun tak banyak mereka asik dan selalu mengajak pergi bersama kadang menyelsaikan tugas,kadang untuk berkumpul dan bercerita. aku membuka handphoneku sembari duduk di tempat yang sama menunggu aku melihat jadwal sholat magrib, di jam 20:00 masih ada waktu 2 jam lagi untuk aku melangkah pergi ke masjid yang berjarak 2kilo dari sini memang tidak banyak pemeluk islam tetapi disini juga ada masjid ada masjid hanya saja tidak akan terdengar kuat suara azan karna sedikit sekali masjid dan membuat suara azan hampir tak terdengar di jarak yang jaub dari masjid,kakau di indonesia saat tiba waktu sholat dimana mana kita dapat mendengar dah hampir seluruh tempat menyuarakan azan yang bersaut sautan. pertama kali aku disini aku dengan bodohnya menunggu waktu sholat dengan mendengar azan, aku yang tak terfikirkan dimana aku sekarang asik dengan kegiatanku hingga aku meninggalkan 2 waktu sholat, zuhur dan ashar, sungguh aku tak bisa berkata-kata dengan pikiran kusendiri saai itu. "Bruuuk" suara hantaman yang dapat di dengar dengan jelas membuat aku terperanjat dari lamunanku, dengab sepotan aku menoleh ke suara itu yang tepat berada di posisi kiriku "heiii..." suara lelaki menyapaku dengan wajah semuringah duduk di sampingku membuat aku mengerutkan kening terheran heran melihat tingkahnya " remember me ?" sedikit gelengan kepala lambat aku berikan mewakili jawabanku, tetapi aku merasa tak asing dengan wajahnya dan mencerna otakku untuk mengingat siapa lelaki ini. "lu..cas.. ?" otakku sedikit memberikan aku informasi mengingatnya dan dengan ragu aku menyebut nama yang terlintas itu " yes I am " jawabnya dengan masih tersenyum girang, dan otakku dapat menelusuri siapa lelaki ini " woi " kagetku setelah mengingat semua "hahahahahhahhahha" tawa renyah membuat matanya hampir tertutup " pasti kamu sangat kaget dengan kebradaanku sekarang bukan ? "bagaimana tidak, sudah lama sekali kita tidak bertemu lucas,aku saja hampir tak mengingatmu lucas menggeleng kepalanya, lucas seorang temanku yang pertama kali aku temui di bandara 2 tahun lalu, aku bertemu dengannya tak sengaja saat aku menjatuhkan paspor ku, dan lucaslah membrikannya padaku, dia yang memegang pasporku melihat student visa, lucas langsung bertanya sambil memberi paspord ku,dan ternyata dia juga seorang mahasiswa yang mendapatkan beasiswa yang sama sepertiku, tetapi lucas dari korea dan aku indonesia setidaknya kami masih serumpun asia, setelah berkenalan kami memutuskan untuk menunggu mobil yang menjemput kami diluar sambil bertukar nama i********:. itulah awal pertemuan aku dan lucas "bagaimana bisa kamu tau aku disini? " tanyaku ragu padanya "alam yang mempertemukan kita nadin" jawab lucas dengan gaya puitisnya " dasar anak senja " balasku dengan sedikit meledekinya " aku sudah lama disini nadin, tapi aku baru saja melihatmu duduk disini, aku duduk pas di hadapanmu, tetapi bagaimana bisa aku baru menyadarimu yanh di hadapanku " "kenapa aku tak menyadari kamu berjalan mendekatiku ?" "kami melamun begitu jauh, mungkin itu membuatmu tidak prasan denganku yang mendekatimu" tak jauh dari hadapannha lucas melihat sosok wanita yang nerhijab menyeruput minumannya dengan sangag menikmati tiao seduhan sambil termenung jauh,lucas mencoba coba mengingat siapa itu, sambil bermain handphone lucas melihat updatan story i********: dari nadin, yang memegang segelas kopi, hal itulah membuat lucas menghampiri nadin "apa yang kamu lakukan disini" berirama serentak lucas dan nadin menanyakan satu sama lainnya "hahhahahah" susul tawa mereka "kamu dulu" pinta lucas pada nadin untuk memberikan pertnyaan padanya "kenapa kamu bisa disini ?" "aku memang selalu di sini, untuk beristirahat jika tidak ada tugas dan kelas lagi" "aku juga selalu disini" "masa sih?" ucap lucas menautkan kedua alisnya "apakah aku terlihat membohongimu" "tidak-tidak, kau tampak jujur" "kenapa kita tidak bertemu ya?" "alam memisahkan kita lucas" "hahahhahahah" tawa nadin dan lucas terdengar kuat "bisa-bisanya" ucap lucas santai "allahuakbar,allahuakbar" suara azan dari aplikasi sholat yang sengaja di atur nadin memecahkan keasikan mereka berdua. "wah, udah masuk waktunya magrib, aku harus kemasjid, karna aku memang sedang menunggu waktu sholat disini lucas" "oh baiklah nadin, apakah aku boleh mengikutimu" "tentu saja boleh" sambil nadin beranjak berdiri dari kirsinya dan di ikuti lucas, lucas dan nadin berjalan menuju jalan besar, untuk mendapatkan taxi, tak lama dari itu mereka sudah dapat taxi, lucas dan nadin masuk duduk di kursi penumpang belakang, dan nadin langsung memberi tau tujuan mereka pada pak sopir lucas dan nadin hanya diam sepanjang perjalann mereka, jarak yang tak jauh membuat mereka tak lama sampai di masjid. mereka turun bersamaan dari kiri kanan mobil lucas dengan cepat membayar taxi itu "kenapa kamu yang membayarnya lucas,inikan tujuanku" "sudahlah" "dimana masjidnya ?" tanya lucas pada nadin, nadin yang tampak keheranan pada pertanyaan lukas meninggalkan lucas berjalan dulu masuk ke masjid lucas nampak kebingungan dengan tingakah nadin itupun terdiam dan tak bergerak melangkah mengikuti nadin saat banyak orang masuk kedalam gedung yang minimalis lumayan besar berwarna putih itu

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.4K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

TERNODA

read
199.2K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.0K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
67.7K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook