"nad..."
"apa?"
"lo kok tiba-tiba pindah kelas ?"
"gak tiba-tiba, aku ada jadwal yang bentrok sama kegiatan di luar"
"sayang banget dosen ganteng kita udah gak masuk kelas lagi, katanya kontraknya sudah abis,tapi kok tiba-tiba banget"
nadin terkejut dengan pernyataan dari dasya
"a..apaa???"
"kan... gak tau lu.."
"iya minggu kemarin waktu pertama lu pindah kelas, pak devano juga udah gak masuk"
"emm..." nadin hanya membeo seadanya tau berita tentang devano yang sudah tidak lagi mengajar
devano yang berada di mexsico sangat sibuk dengan semua kegiatan yang ia lakukan
hanya sesekali dirinya teringat wanita muslimah yang pernah hadir mengisi harinya yang menjadi sempurna
bagaimana tidaknya wanita itu mampu membuat hatinya luluh dan menangis hanya karna tak dapat untuk di gapai
"dev"
kejut seorang sahabatnya
"lo kok selalu bengong ?, ada masalah apa ?"
rita sahabat kecil devano yang selalu membantu dirinua dalam semua urusan dan rita pun bskerja sebagai sekretaris devano.
banyak orang berfikir bahwa rita adalah kekaishnya, tak kuasa menjelaskan hal yang tak penting mereka hanya mengacuhkan gosip yang di kabarkan para staf
"lo gimana kemarin jadi dosen jadi jadian ?"
devano hanya terkekeh geli dengan ucapan rita
"aku ingin memulai kembali rit"
"maksud lo ?"
"dia perempuan yang selalu aku temui saat senja di taman"
"perempuan muslim itu ?"
devano mengangguk
devano adalah lelaki yang mengagumi nadin dari jauh dan diam, di hari hari tertentu nadin akan selalu menghabiskan waktu senja duduk di taman yang terlihat jelas menara eiffel, nadin akan mengabiskan waktu hanya dengan buku bacaannya dan kadang menikmati makanan dan kopinya
devano sudah lama sekali memperhatikan nadin dadi jauh dan menjadi dosen untuk nadin dengan beberapa pertemuan membuat devano jatuh hati dengan nadin begitu dalam
saat nadin menjelaskan pada dirinya bagaimana seorang muslim menjaga auratnya mampu membuat d**a devano menghangat begitu takjubnya
nadin tak pernah menyadari hal itu, nadin hanya tau devano dosen yang pernah mengajarinya saat kelas sastra inggris
"kenapa begitu tiba-tiba" nadin berucap dalam hati, binghung dengan devano yang begitu cepat dalam kontraknya, dan sesikit menyesam karna ia sudah mengambil kelas lain
"jika aku tau seperti ini,aku tak akan mengurus untuk memgambil kelas lain"
"nadin...."
"nadiinn..."
"lo kok diam aja sihh.., lo sedih dosen mudanya udah gak ada ?"
"apaan sih ngaco"
"idih marah"
nadin berdiri dari kursi kantin meninggalkan dasya dan teman yang lainnya
"marah beneran dia" dasya bingung dengan tingkah laku nadin
"badmood, lagi mens kali dia kalau udah mens kan selalu gitu sya" memang tidak salah ucap dari salah seorang mereka
nadin akan mudah hancur moodnya saat ia sedang menstruasi dan mereka sudah sangat mengerti karna nadin akan hanya pergi sebentar dan akan kembali lagi
nadin memang sosok perempuan yang hangat lucu dan kadang juga menjengkelkan di waktu waktu seperti ini .