menghindar

525 Kata
3 hari telah berlalu dengan nadin yang dirawat di rumah sakit,nadin yang sudah pulanh kembali ke apartmentnya menggunakan kendraan yang di sediakan oleh rumah sakit dan di temani oleh lucas untuk membantunya membawa beberapa barang lucas datang saat nadin mengabarkan untuk meminta bantuan, karna dasya sedang di luar kota tidak bisa membantunya lucaslah teman yang ia harapakan bisa membantunya, tidak menunggu lama lucas dengan cepat datang,dan hari ini lucas datang untuk mengantarkan nadin pulang " apa ada lagi yang belum di bawak ? " "udah aman,semha udah aku cek" "oh, oke" "aku di depan kamu di belakang" nadin mengangguk dalam perjalanan menuju apartement,mereka hanya mengobrol dengan obrolan ringan "benar di gedung ini?" tanya seorang sopir "iya benar" "kamu masuk dulu saja,semuanya aku yang bawa" "makasi ya lucas" nadin tak kuasa menolak tawaran,karna tubuhnya masih belum terasa baik nadin memilih untuk melangkah lebih dulu lucas sudah tau ruangan milik nadin menyusul beberapa saat setelah mengambil barang di bagasi mobil "makasi ya lucas sudah membantu ku" "iya sama sama, kita di sini sama sama tidak punya keluarga, jangan sungkan untuk meminta tolong" "kamu istirahat lagi saja makananmu sudah sekalian ada di kantong ini, obat ini jangan lupa di minum" lucas mempersiapkan segala macamnya "iya nantik akan ku makan makanan itu dan obatnya" "pulang-pulang" nadinengerakan tangan pada lucas seolahengusirnya dengan candaan "aku akan pulang jika kamu sudah selesai makan" "aku akam makan sekarang" nadin mengambil makanan dan air putih tak ingin membuat lucas berlama di apartementnya lucas duduk di sofa memegang handphone sesekali melihat ke arah nadin yang sedang makan waktu berlalu cepat nadin telah selesai makan,lucas pun berpamitan untuk pulang "jika ada apa-apa telfon saja aku" "iya baik" "jangan becanda" "terimakasih, dah sana pulang" lucas sudah lenyap dari balik pintu untuk kembali pulang. nadin hanya menghabiskan waktu di kamarnya untuk berbaring dan sesekali membuka ipad untuk meliha jadwal kuliahnya "besok aku tak ingin masuk kelas devano lagi, aku akan mengganti kelasku" nadin memang telah lama menyimpan prasaan aneh pada devno yang tak mampu untuk di artikan devano, devano yang berpilaku aneh,membuat nadin tak nyaman dengan kebradaan devano 2 hari berlalu, nadin sudah sehat sepebuhnya memulai perukuliahan kembali dan mengurus jadwal yang ia pindahkan untuk kepas sastra prancis urusannya yang sedikit agak ribet suda selesai dengan cepat, nadin ingin pergi ke ruangan dosen tidak mudah, karna prasaan takut menghampirinya, takut dengan devano yang mungkin akan tau nadin tidak memindahkan jadwalnya di lain tempat devano sedang gelisah memikirkan nadin yang tidak memberi kabar sedikitpun pada dirinya jika sudah kembali dari rumah sakit, devano sibuk memikirkan nadin karna ia sudah tidak bisa lagi bertemu dengan nadin sperti biasa di kelas. devano sudah menyelsaikan tugasnya di kampus dan akan kembali ke prusahaan cabang milik keluarganya di mexsico devano memang memiliki besik untuk menjadi seorang dosen di sisi lain devano juga seorang pewaris yang harus melanjutkan usaha milik keluarganya "bagaimana aku bisa tidak bertemu denganmu lagi saat aku ingin pergi lama dari sini" "aku sudah pernah kehilangan, kau datang dengan rupa yang sama tapi tak sama" penerbangan devano ke mexsico yang tak lama lagi, devano melangkah untuk meninggalkan apartemenya pergi ke bandara "senja di paris akan membantuku untuk dapat melihat dirimu lagi"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN