05. Putar botol

1651 Kata
Jam menunjukan pukul 9.30 itu artinya Ata dan yang lainnya sedang istirahat. Dan benar mereka sedang berada di kantin untuk mengisi perut mereka yang udah mulai keroncong. Dan sekarang mereka sudah selesai dengan makannya. Mereka masih berdiam diri di kantin tanpa ada pembicaraan apapun. Ata sendiri tidak suka ke sunyian makannya dia mengusulkan sesuatu yang membuat mereka bingung. "Bang! " "Hm" "Bosan nih, dari tadi diem mulu gak ada yang ngomong lagi" "Terus?" "Em, gimana kalau kita main putar botol kayaknya seru tuh" Putar botol?? Apa itu?? Benar-benar meraka gak paham maksud si bontot itu apaan. Mereka juga baru dengar putar botol. Itu si bontot ada-ada aja sih. "Apaan tuh putar botol?! " "Lah bang Rom gak tau putar botol? Norak banget sih. Zaman gini kagak tau yang gituan... Kalau yang lainnya tau gak bang? " Mereka yang pada diem, ditanya seperti itu menggelengkan kepala. Mereka juga bingung putar botol apaan sih? Ata nepuk jidatnya sendiri. Masa sih mereka gak tau permainan putar botol. Ata berinisiatif bertanya pada Riko sama Afin pasti mereka tahu soalnya di luar negri juga permainan ini terkenal, banyak yang mainin. "Bang Riko sama bang Afin pasti tahu kan permainan putar botol? " "Hah?! " Riko menatap Ata dengan mulut menganga, untung gak ileran ye bang. "Masa sih gak tahu juga, ini tuh di luar negri juga terkenal loh" "Coba deh lo jelasin cara mainnya gimana" Kring kring kring "Yah udah masuk bang" "Jamkos gurunya pada rapat" "Wah Bagus dong... Nih gue jelasin ya. Jadi kita itu duduk berbentuk lingkaran terus botolnya di simpan di tengah terus di putar. Nah nanti botolnya berhenti di siapa maka orang itu harus milih truth atau dare... Gitu bang dasar pada norak semua lo" Mereka semua langsung membulatkan mata dengan mulut menganga dan juga mengerjapkan mata kek orang b**o haha. Ini yang b**o tuh mereka atau si bontot sih? Mereka kesel banget tuh sama si bontot pengen deh rasanya mereka cuci otak si bontot. "Katanya pinter, permainan kayak gini aja gak tau. Padahal murid di sekolah sini juga banyak yang suka main kayak gitu... Udah lah gue pinjem dulu botol nya oke tunggu" dan pergi juga deh tuh si Ata nyari botol. "Ini kita yang b**o? Atau si bontot yang b**o sih??? Jelas-jelas barusan si bontot ngucapin nama permainannya? kenapa nanya ke kita?" Monolog Romi... Gak tau ngomong sama siapa tuh satu orang. Tak "Lo aja kali yang b**o kita mah kagak" timpal kembarannya. "Kalau lo pada gak b**o, kenapa coba yang tadi di bilang si Ata kagak tau hah kenapa ayo kenapa?!! " Si bontot belum datang juga, dan di meja sana terjadi keheningan hingga sesaat terdengarlah.... "ATA!!!!!!! Mana tuh anak hah!! Mana?? Kesel gue... Berani-berani nya dia ngejailin gue, hilang sudah harga diri gue sebagai kakak kelas di b**o in sama adik kelas... Awas aja ya gue kerjain balik tuh anak" kesel Dito dengan nafas memburu menahan amarah dadanya naik-turun, setelah itu dia tersenyum sinis. Hati-hati lo Ta nih macannya udah keluar. Sedangkan disisi paling pojok, bocah tengil yang sedang mencari botol itu cekikikan kala mendengar teriakan dari bang Dito. "Senang juga ya ngejailin mereka, muka nya kayak orang i***t hahaha" emang laknat nih si bontot. Tapi gak papa lah sekali-kali gitu ngejailin Dito sama Farid di tambah juga Riko sama Afin biasanya dia cuman ngejailin si kembar. "Udah ayo mulai" "Gue aja yang putar botol nya" Di putar tuh botol, hingga depan botol itu tepat berhenti di hadapan Ata. Mukanya langsung tegang haha. Merek tersenyum sinis, ini udah di rencanain sama mereka dengan cara meniup-niup botol agar tepat botolnya berhenti di depan Ata. Ini lah pembalasan dari mereka untuk si bontot. "Truth or dare" kali ini Farid yang bertanya. "Cowok mah dare lah jangan truth. Gak laki banget kalau lo pilih truth mah" jelaslah Ata gak mau bilang banci sama mereka gegara pilih turth, jadi lah Ata pilih dare. "Oke gue pilih dare" "Biar gue aja yang kasih tantangannya" usul Afin. "Lo liat di sana ada cewek yang baru masuk ke kantin, nah lo harus mengutarakan Cinta lo ke dia di lapangan" "Hah, gak...gak gue gak mau apaan harus kayak gitu" "Yaudah kalau gak mau mah dasar banci" ucap Romi, Ia sengaja memancing emosi Ata, biar balas dendamnya double gituh. Brakk "Oke gue terima tantangan lo" final Ata, yang udah pasti mereka senang dong, rencananya berhasil. Ata berjalan menghampiri perempuan itu. Ata melihat perempuan itu jijik iewhhh. Karena apa coba?! Kalian bisa bayangin, baju nya ketat banget kek kurang bahan, bibir merahnya kayak darah, muka putih ke mayat gitu ih merinding ata lihatnya. Tapi, terpaksa ia harus mendekatinya demi harga diri seorang lelaki. "Em, hai kak" kakak itu melihat ke belakang dan membulatkan matanya. "Ata imuttttt" pekik kegirangan. "Hehehe i-iya kak.... Kak sini deh ada yang mau ata omongin" dan kakak itu mendekatkan telinga nya ke bibir ata. Gak tau tuh si bontot lagi membisikan apa hanya mereka dan yang di atas lah yang tahu. Teman Ata juga pada heran lagi ngapain tuh si Ata pake bisik-bisik segala, mereka udah tegang tuh takut si Ata ngelakuin yang aneh-aneh. "Gimana mau gak, pasti berhasil deh" "Mau ta kakak mau" "Sip deh yaudah ikut Ata ke lapangan yu, nanti bicaranya di sana" Nah mereka berdua berjalan menuju lapangan di ikuti teman Ata. Sampai di tengah lapangan, ternyata banyak yang nonton soalnya rapat guru belum selesai jadi muridnya pada di luar. Dan teman Ata ngelihat dari atas. "Siap ya kak aku hitung 1-3" 1 2 3 "I LOVE YOU DITO, I LOVE YOU MUAHH, MUAHH.. HAI DITO AKU CINTA KAMU... MAU GAK KAMU NIKAH SAMA AKU DITO I LOVE YOU MUACHHHH LOVE YOU, AKU UDAH PUNYA RUMAH SENDIRI LOH NANTI KITA TINGGAL BERDUA DI SANA,MAU YA NIKAH SAMA AKU MAU YA DITOOOOOOOOO LOVE LOVE DITO, TANPA KAMU TEMBAK PUN AKU UDAH TERIMA DENGAN SENANG HATI" teriak perempuan itu dengan lantang. Dan pecah sudah tawa semua orang yang melihat itu. Ata juga sudah tertawa terbahak-bahak sampai guling-guling di lapangan ia bahagia berhasil menjahili Dito untuk ke dua kalinya. Dan sang korban mukanya sudah merah menahan malu. Dito sudah meracau dalam hati mengabsen nama-nama hewan. Ia malu sungguh malu, niat mau balas dendam tapi ini malah kayak gini. ........... "Bang, plis maafin gue bang.. Jangan kayak gini bang gue minta maaf" sesal Ata. Setelah kejadian tadi siang Dito langsung pergi dari sana, bukan sih lebih tepatnya pergi dari sekolah. Dito tidak peduli nanti apa kata guru yang terpenting sekarang Dito harus meredamkan emosinya dulu agar tidak kelepasan membunuh itu bocah tengil. Ata yang melihat itu langsung mengejar Dito tapi tangannya lebih dulu di cekal, dan ternyata Farid lah pelakunya. Dan malam ini mereka semua sedang berada di cafe milik mami Cia. Dan itu atas kemauan Ata, tadinya Dito tidak mau datang tapi karena melihat usaha Ata yang terus-terusan mengirim pesan padanya akhirnya ia luluh juga dan datang ke sini. Dan ya sekarang Ata sedang berusaha mendapatkan maaf dari Dito. Yang lainnya mah gak memihak antara Ata dan Dito, mereka hanya diam biarlah itu Ata dan Dito yang urus kan mereka berdua yang punya masalahnya. "Bang Dit" gak di respon. "Bang" belum juga. "Abang, ngomong dong jangan diem aja bang hiks.... Maaf, maaf, maaf hikss.... Maaf bang maaf" Ata terus mengucapkan kata maaf. Tapi, Dito tidak meliriknya sedikit pun. Yang lainnya sih mau bantuin tapi mereka mau kasih pelajaran dulu sedikit buat si bontot. Bisa dilihat sekarang keadaan Ata jauh dari kata baik-baik saja. Air mata terus mengalir, dahi nya berkeringat, bibir nya pucat. Dari tadi pulang sekolah Ata itu udah merasakan pusing di kepalanya bahkan nafas nya juga sedikit sesak. Tapi, karena ia mau mendapatkan maaf dari Dito, Ata tidak memperdulikan rasa sakitnya itu. Bahkan sekarang dapat Dito rasakan kalau tangan Ata yang menyentuh tangannya terasa dingin, padahal dirinya gak merasakan dingin tapi Ata lain. "Abang, maaf bang maaf" suaranya melemah, matanya udah mulai tertutup tapi Ata berusaha melek. Dan pusing di kepalanya juga semakin sakit bahkan nafas Ata sudah pendek udah terbata-bata. Dan itu membuat mereka khawatir. "Ta, hey lo kenapa Ta" akhirnya Dito melirik Ata. Tapi, sayang Ata sudah tidak kuat, hingga... Bruk "ATA!!!! " Mereka semua panik melihat Ata tiba-tiba pingsan. Dito yang emang tepat berada di sebelah Ata, segera mengangkat tubuhnya dan membawa Ata pulang, di ikuti yang lainnya. ............. Mereka sekarang sedang berada di rumah Ata. Dan Ata sedang di periksa oleh dokter Alif. Mami Cia senantiasa selalu berada di sisi Ata sambil memegang tangan kanannya. Saking paniknya mami Cia tidak menyadari dua orang remaja asing, bahkan sampai sekarang pun belum sadar, saking terlalu fokus sama Ata. "Ikut saya dulu keluar sebentar, ada hal penting" ucap dokter Alif pada mami Cia. Sambil keluar di ikuti mami Cia. Dia masih belum sadar keberadaan dua remaja itu tidak lain Riko dan Afin, padahal barusan saja dia melewati mereka. Disinilah mereka berada di taman belakang rumah, ya walau pun tidak terlalu tulas, tapi Indah di pandang. "Gimana keadaannya Lif" terlihat jelas kekhawatiran yang terpancar di wajah mami Cia. "Hahh, paru-parunya bermasalah" Bagaikan tersambar petir, tubuh mami Cia seakan kaku untuk di gerakan. Mendengar paru-paru putra kesayangannya itu. "Ata terlalu banyak menghirup asap. Entah itu asap kendaraan, rokok atau semacamnya lah dan itu menyebabkan ia sesak nafas... Itu kalau di biarkan bisa bahaya" "Hiks....terus, harus hiks....gi-mana?" Alif membalikan badannya menghadap ke arah mami Cia lalu... "Terpaksa, Ata harus berhenti menggunakan sepeda motor" "Ta-tapi kalau dianya gak mau gimana hikss.... " "Huh, keputusan ada di tangan kamu... Ini demi kesehatan Aya, kalau terus dibiarkan nantinya kan tambah parah" Lidah mami Cia terasa kelu untuk mengucapkan satu kata pun, ia hanya bisa diam tanpa menjawab lagi ucapan dari Alif dan pandangannya pun melihat kedepan dengan tatapan kosong. Ternyata bukan hanya mereka berdua saja yang berada di taman. Tapi, ada satu orang yang melihat dan mendengarkan semuanya, ya semuanya. Orang itu bersembunyi di balik pintu. Ia sengaja mengikuti mereka karena rasa penasarannya. . . . . "I MISS YOU, I LOVE YOU MY WIFE" ____________________________________
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN