Sudah setengah jam terlewati sejak Clara masuk ke dalam lapangan indoormilik SMA Cendrawasih yang tepat berada di belakang gedung sekolah. Ruangan tertutup ini tidak hanya memilikilapangan futsal, ada satu lapangan bulutangkis dan juga kolam renang di sisi yang berbeda. Walaupun bersifat pribadi, tiap sabtu dan minggu tempat ini dibuka untuk umum. Tentunya di hari itu dikenakan biaya kecuali untuk murid SMA Cendrawasih. Mereka hanya cukup memperlihatkan kartu siswa. “Lo tau dia siapa?” tanya Clara pada Qori untuk kesekian kalinya. Qori yang baru saja meneguk habis air mineral langsung menoleh sambil mengatur napas. Dia baru keluar dari lapangan, diusir oleh pelatih klub yang baru saja datang. Yah, nanti Qori bisa bermain lagi kalau sang pelatih itu pergi. Awalnya, Qori sebal karena Clara

