“Se-Sese?” “Ya, ini aku. Aku datang sesuai janjiku kepadamu, Helian,” ucap gadis di belakang Helian yang saat ini memeluknya dengan erat. Kedua tangan mungil Seina benar-benar memeluknya dengan erat. Helian menahan napasnya untuk sesaat. Ya, Tuhan. Apakah ini mimpi atau nyata? Bahkan… bahkan rasanya Helian dapat merasakan kedua benda kenyal menempel erat pada punggungnya. Wanita ini… dia… dia tidak mengenakan baju sama sekali? Dengan perlahan Helian berbalik badan. Dia mendapati Sesenya yang memang benar-benar di sana. “Aku tak percaya ini kau,” ucap Helian sambil menaruh anak rambut Seina ke belakang telinga. Helian menatap Sesenya dalam diam. Matanya mengerjab beberapa kali. Terlihat tubuh Seina dari pundak sampai ke bawah terendam air danau—yang membuat Helian sedikit kecewa dala

