Bab 29

1535 Kata

“Aku sudah mengatakan kepadamu untuk tidak masuk ke sini?! Kenapa kau masih ada di sini, hah? Apa kau tahu makhluk apa saja yang hidup di hutan ini?! Pergi, pergilah selagi kau bisa pergi anak muda!” teriak Pak Tua tukang juru kunci hutan memekakkan telinga di depan Seina membuat tubuh Seina gemetar ketakutan sekali. Sepertinya Pak Tua itu juga benar-benar marah kepadanya. Seina menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Sekarang? Apa yang harus ia lakukan? Apakah lebih baik kabur saja? Ya, Seina pikir. Itulah ide yang baik untuk sekarang. “Hei! Tunggu! Kau mau kemana? Pulanglah, Nak. Pulang! Di sini berbahaya. Ini bukan tempatmu!” teriak Pak Tua dari belakang namun Seina tetap berlari untuk menghindarinya. Teriakkan Pak Tua itu semakin memelan, pertanda bahwa Seina sudah berlari sejauh mungkin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN