“Tolong aku!” teriak Seina dengan keras memohon supaya siapa saja menyelamatkannya. “Lebih baik kamu mati saja!” ucap seseorang di depannya sambil masih menyekik lehernya. Seina sudah tidak kuat lagi. Tubuhnya sangat lemas dan berlumuran darah. Lehernya tercekik kuat. Namun ketika kesadarannya hampir menipis—pun sama seperti harapannya untuk selamat semakin pupus. Helian datang. “Apa yang kau lakukan, Fey!” teriak Helian ketika melihat Seina sekarat. Tubuh Seina banyak luka cakaran dan darah segar. Saat ini Fey juga menyekik leher Seina. Helian buru-buru menarik tubuh Fey, kemudian mengempaskannya sampai menubruk dinding gua. “Lancang sekali kau Fey!” teriak Helian kepadanya. Helian menyuruhnya untuk menjaga Seina namun Fey malahan hampir membunuhnya kalau saja Helian tidak pulang te

