“Apa kau suka?” tanya Helian ketika Seina meraba kalung tersebut. Seina mengangguk dan tersenyum senang. “Terima kasih. Tapi… bagaimana dengan Anggrek ungu?” Meskipun tadi Helian sempat bingung. Namun kini dia sudah menyiapkan jawaban atas pertanyaan Seina. Helian berjalan mengambilkan anggrek ungu dari sisi luar sarang yang terhubung dengan hutan terlarang. Anggrek ungu yang cantik, Helian memetiknya satu untuk Seina. Namun nantinya Helian tidak akan memberitahu jika sebenarnya Helian memiliki banyak anggrek ungu. “Ini yang kau cari, bukan?” Mata Seina berbinar ketika melihat Helian membawakannya setangkai anggrek ungu. Seina turun dari ranjang dan memeluk erat Helian membuat lelaki tersebut terkejut. “Terima kasih Helian, terima kasih sekali. Kau sangat baik hati kepadaku dan sel

