Helian keluar dari kamar dan mendatangi Fey yang sedang membebat tangannya sendiri yang tadi terluka. “Aku ada tugas untukmu Fey.” Fey masih diam saja tak seperti biasanya. Helian mengerutkan kening. Kenapa malahan wanita ini yang marah kepadanya? “Aku menugaskanmu untuk menyamar menjadi Seina dan membawakan anggrek ungu ini untuk adik Seina yang sedang sakit.” “TIDAK! AKU TIDAK AKAN MAU!” Helian menatapnya dengan tajam. “Luar biasa sekali. Dari mana keberanianmu itu Fey?!” Fey menunduk kembali seperti semua. Mana ada keberanian melawan Tuannya. Sampai mati pun Fey tidak akan berani. Hanya saja dia tidak mau melakukan hal yang diperintahkan Tuannya itu meskipun Tuannya yang memerintahkannya. “Hamba benar-benar tidak bisa Tuan. Ampunilah Hambamu ini.” Helian memejamkan mata. Berusa

