“Bukannya tadi kau bilang ini adalah makanan untuk ular. Kenapa kau memakannya? Apa jangan-jangan kau seekor ular?” Helian langsung terdiam mendengar ucapan Seina tersebut. “A-aku….” Seina mengerjab menunggu Helian menyelesaikan ucapannya. “Sudahlah. Bagaimana kalau hari ini kita masak ayam bakar?” Seina mengangguk senang mendengar hal tersebut. Ayam bakar pasti enak! “Ayo!” Helian tersenyum melihat Seina kegirangan. Syukurlah wanita itu senang. “Apa kau tahu? Ternyata di hutan ini ketika sore hari tidak terlalu menakutkan Helian.” Helian tidak terlalu memedulikan Seina yang sedang berbicara sendiri. Ia berbelok arah karena melihat ayam hutan. Lumayan. “Lain kali kita jalan-jalan hutannya di pagi hari saja, ya, Helian?” tanya Seina namun Helian tidak menjawab pertanyaannya sama s

