“Kenapa kau nampak murung begitu?” tanya Seina ketika melihat ekspresi wajah Helian berubah setelah dari luar. Helian tampak lesu. Raut wajahnya ditekuk-tekuk seperti orang yang tidak bersemangat sama sekali hingga membuat Seina bertanya-tanya dalam hati apakah jangan-jangan tadi Fey mengatakan sesuatu yang buruk kepada Helian? “Hei, kau kenap—” ucapan Seina terhenti ketika tiba-tiba Helian memeluknya. Seina tersenyum, jemarinya mengusap lembut rambut Helian yang berwarna putih. “Dasar manja.” Terukir senyuman tipis di bibir Helian. Ia merasa hangat di dalam dekapan Sesenya. Kerunyaman yang semula bersarang di pikirannya kini seolah menjernih sendiri hanya dengan berdekatan dengan Seina. Mekipun ingatan percakapannya dengan Fey belum juga hilang dari benak. Setidaknya, bebanya sedikit

