”Ba-baik Tuan. Hamba laksanakan,” balas Fey sambil membungkukkan tubuh. Kemudian mendekati Putri Zee. “Mari Putri saya antar ke dalam.” Fey mencekal lengan Zee dengan paksa meskipun wanita berambut pendek dengan kulit kecokelatan tersebut meski dia meronta tidak terima. “Aku tidak mau! Lepaskan aku Fey! Singkirkan tangan kotormu. Dasar kau pelayan rendahan!” Helian memejamkan mata menahan amarah. Sifat buruk Zee dari kecil ternyata tidak berubah. Bahkan pelayan pun ia maki sedemikian rupa. “Lepaskan aku, Fey! Argh, kau wanita sialan! Kau merebut Kak Helian dariku. Kau harus membayar ini semua. Aku adalah putri kesayangan Raja. Bisa-bisanya kalian memperlakukanku seperti ini!” teriak Zee kesetanan sambil menatap tajam ke arah Seina yang bergidik ngeri melihatnya. “Helian. Apa tidak a

