Chapter 12 : Kau Membuatku Terpesona

1561 Kata
Weekend atau akhir pekan yang dinanti pun tiba. Sabtu pagi dimana langit masih belum terlalu terang dan udara masih sangat dingin, Jessica telah bangun dari tidurnya. Dan dengan semangat membara ia bergegas bangkit dari tempat tidur dan berjalan perlahan menuju ke kamar mandi untuk membasuh muka dan menggosok gigi. Kemudian, ia kembali ke dalam kamarnya dan duduk bersila di atas tempat tidurnya setelah mengambil handphone dari atas nakas dan menyalakannya. Baru saja handphonenya menyala, puluhan pesan telah masuk ke dalam Whatsappnya. Pesan tersebut berasal dari Group Rempong, Jack dan Group Official Platform A. (Isi percakapan dalam Group Rempong)   Calista : Good morning guys, selamat berakhir pekan yah. Dah pada bangun tidur belum sech? Valerie : Gue dah bangun dari tadi pagi, terus gue ngetik dan sekarang gue dah dapet sekitar 1.000 kata. Calista : Mantap Mak, otak loe bagai aliran air terjun yang tiada pernah ada kata mati ide. Gue cukup mengetik sehari 1.000 kata aja, otak gue dah berasap. Valerie : Ha ... ha ... ha ... kalo gue kayak loe, Ta. Novel gue kagak kelar-kelar. Gak ada kata menunda dalam kamus gue. Owen : Pagi semuanya, lagi pada ngomongin apa sech? Calista : Itu si Val rajin banget. Pagi dah bangun terus dah dapet sekitar 1.000 kata, keren khan? Secara kita-kita baru bangun tidur dan masih bermalas-malasan di atas tempat tidur. Owen : Dia kan memang rajin, inget gak dari dulu waktu zaman kita masih sekolah. Semua PR dah dia kerjain setiap pulang sekolah. Si Val sama si Jess sama rajinnya. Apalagi kalau musimnya ulangan dan ujian gitu, isinya belajar terus, gak seperti kita santai. Calista : Ha ... ha ... inget-inget, gue inget banget. Memang mereka berdua top markotop. Valerie : Gue gitu loh. Sebaiknya loe berdua ikutin cara gue, biar novel loe berdua cepat tamat. Jessica : Haloooo, pagi semua. Calista, Owen, Valerie : Pagi Jess. Ceria amat loe pagi gini? Tumben dah bangun? Biasanya masih meringkuk di dalam selimut. Jessica : Oh, tentu saja ceria dan semangat, soalnya hari ini gue mau belanja dan jalan-jalan bareng Jack, terus mau masakkin buat dia gitu. Dia mau main ke rumah gue. Owen, Calista, Valerie : Whattt!!!! ... serius?? Jessica : Serius lah. Ngapain gue mengada-ngada? Owen : Cieeeeee yang dah gak jomblo lagi memang beda, gak kayak gue dan lainnya. Malam minggu kesepian di rumah, yang lain pacaran, gue gigit jari. Valerie : Uwuuu Mr. Jack Christian. Semoga loe langgeng yang sama dia. Calista : Eh, kita datangin rumah si Jess yuk, gimana? Wkwkwkwkwkwk Owen : Ha ... ha ... ha ... janganlah, kasihan yang mau pacaran. Valerie : Jess, kenalin dia ke kita-kita donk. Jessica : Oke, suatu saat kalo gue sudah beneran jadian sama dia, gue bakalan kenalin dia ke kalian semua. Tenang aja. Owen : Janji yah, Jess? Jessica : Iya, pastilah. Gue off dulu mau mandi, bantuin mom gue bersih-bersih rumah dan lain sebagainya. Bye-bye. Owen, Valerie, Calista : Oke bye, Jess. (Dan percakapan mereka pun berakhir) Selanjutnya, Jessica membaca pesan dari Jack. Dengan hati berbunga, gadis cantik berhidung mancung tersebut membuka pesan dari sang pria. (Isi percakapan antara Jessica dengan Jack) Jack : Pagi, girl. Sudah bangun? Jessica : Pagi, Jack. aku sudah bangun kok. Kamu sudah sampai Bandung? Jack : Bentar lagi aku sampai, ini baru saja keluar dari tol. Ini lagi di jalan Dr. Junjunan. Sabar yah girl. Kamu mau aku bawain apa? Jessica : Gak usah bawain apa-apa, kan kita mau belanja bareng. Nanti aja sekalian belanjanya. Jack : Oke dech terserah kamu aja. Kalian sudah sarapan? Jessica : Belum, aku mau turun sebentar lagi, mau bantu mom ku masak makan pagi dan segudang pekerjaan lainnya. Jack : Bagus dech, itu artinya sudah siap jadi ibu rumah tangga donk wkwkwkwkwk. Jessica : Wkwkwkwkwkwk ya namanya juga cewe kan harus bisa ngerjain semua lah, masa nanti kalah sama cowo, ya gak? Jack : Iya girl. Oke aku lanjut nyetir, sampai ketemu di rumahmu. Jessica : Hati-hati yah. Jack : Oke. (Dan percakapan pun berakhir). Selanjutnya Jessica memeriksa pesan dari Group Official Platform A. Tidak seperti biasanya, group w******p ini sedikit sepi. (Isi pembicaraan di dalam Group Official Platform A) Willy : Pagi semua, selamat berakhir pekan yah. Semoga hari kalian menyenangkan (dari Willy, pria tertampan sejagad Platform A). Diana : Huek ... pingin muntah gue denger loe bilang tertampan sejaga Platform A. Willy : Itu tandanya loe iri. Biasalah orang cakep seperti gue pasti banyak yang iri. Revan : Pagi semuanya, lama gak online. Ada kabar apa? Willy : Ada anak baru aja masuk, gitu doank kabarnya. Sama si Gavin tuh lagi dikejar terus sama si Monica. Dianya jual mahal, pakai acara kejar-kejaran segala, memangnya kekurangan laki-lakikah di dunia ini? Diana : Hahahahaha, kok loe yang sewot? Willy : Gue gak sewot, cuma males aja lihat orang dikejar-kejar gitu. Revan : Hahahahahaha, lha ini mana si Gavin? Sohib kembar gue. Jessica : Pagi semuanya, selamat berakhir pekan yah. Diana : Nah ini anak barunya, kenalan dulu sama Abang Revan, panggil aja Van. Jessica : Oh, perkenalkan nama saya Jessica Milly Iskandar. Saya penulis novel baru di Platform A ini. Revan : Oke, salam kenal juga yah, Jess. Gavin : Pagi juga. Willy : Lha ini orangnya muncul yang dicari. Vin, loe dicariin si Revan dari tadi. Gak tahu mau ngapain. Gavin : Van, gimana kabar loe? Revan : Baik, bro. Sorry gue lama gak online. Gimana kalau kita hang out siang ini? Oke? Willy, Diana : Oke, ayo aja, kita ngopi bareng dah lama gak ngumpul. Gavin : Oke, jemput gue yah? Revan : Siap, gue jemput kalian satu-satu yah. Jangan pakai lama! Gavin, Willy, Diana : Siap Boss! Jessica : Oh, permisi, aku off dulu yah. Selamat bersenang-senang semuanya. Gavin : Jess, sorry, aku gak lihat kamu online. Kok sudah mau off? Jessica : Mamaku butuh bantuan, aku harus off. Gak apa-apa kok, Vin. Gavin : Nanti aku chat kamu yah. Jessica : Iya, bye semuanya. Willy, Diana, Revan : Bye, Jess. Willy : Ehem, dah chat pribadi rupanya. Ohhhh Diana : Kita ketinggalan berita hahahahaha. Gavin : Chat biasa teman. Kalian gak usah aneh-aneh dan jangan buat gosip yang aneh-aneh. Revan : Hahahaha kita tunggu aja kelanjutannya. Semoga aja happy end. Willy, Diana : Off yah, siap-siap dulu. Revan, Gavin : Oke, kita juga off, Bye. (Dan percakapan pun berakhir). Pagi itu, Jessica bergegas turun ke lantai satu dan membantu sang mama yang pada waktu itu sedang memasak makan pagi. Jam masih menunjukkan pukul tujuh lewat dua puluh menit. Samuel dan sang papa masih terlelap tidur. “Jess, kamu bantu mom nyapu dan pel lantai saja, sambil lap-lap furniture yang berdebu yah.” Sang mama melirik ke arah Jessica yang sedang meneguk s**u. “Oke, mom. Beres,” sahutnya seraya menaruh gelas ke atas meja. Lalu, dengan sigap Jessica mengambil lap bersih beserta ember kecil untuk membilas lap yang terkena kotoran debu. Pertama-tama ia membersihkan area ruang tamu, lalu ke ruang keluarga, ruang makan, dan yang terakhir adalah seluruh area lantai dua. Selesai mengelap debu, Jessica menyapu seluruh area rumah, lalu mengepelnya. Rasa lelah lantas menghampiri tubuh gadis berkulit putih tersebut. Setelah menaruh semua perkakas kebersihan pada tempatnya, ia duduk di meja makan dan langsung menyantap makan paginya tanpa menunggu yang lain. Sang mama yang melihat hal tersebut lantas memakluminya seraya berkata, “Thank you anak mama yang cantik sudah bantuin mama pagi ini. Oia, rencana kamu pagi ini apa?” “Jack sedang dalam perjalanan kemari, kami mau berbelanja dan dia memintaku memasak makanan untuknya.” “Apa! Kenapa kamu gak cerita sama mom dari kemarin-kemarin?” “Sorry, mom. Aku lupa. Aku benar-benar lupa. Tadi pagi dia baru aja keluar dari pintu tol.” “Oh, gitu. Untung rumah sudah bersih, ya sudah sana kamu siap-siap.” “Oke, mom. Aku mau mandi dulu, bau nech keringetan habis bersih-bersih.” “Ya sudah sana.” Setelah Jessica menghabiskan suapan terakhir makan paginya yaitu nasi goreng ayam khas sang mama dengan tambahan telur ceplok di atasnya, ia pun segera naik ke lantai dua dan masuk ke dalam kamar tidurnya. Jessica langsung masuk ke dalam kamar mandi. Selesai mandi, ia segera mengenakan celana panjang berwarna coklat muda yang dipadu padankan dengan kemeja putih berlengan panjang yang ia gulung ke atas. Kemudian, ia duduk di depan meja riasnya dan mulai merias wajah ovalnya sambil bersenandung bahagia. Siapa yang tidak merasa bahagia, jika ada seorang pria idaman yang akan mengajaknya jalan di sabtu pagi dan menghabiskan waktu seharian atau bahkan dua hari bersama? Semua wanita pasti akan merasa sangat bahagia, tidak terkecuali Jessica. Selesai merias wajahnya, ia pun menyisir rambutnya perlahan sembari mengambil tas selempang yang berwarna senada dengan celana panjangnya. Kemudian, ie memasukkan semua barang bawaannya pagi itu ke dalam tas. Terakhir, ia menyemprotkan parfum ke leher dan pergelangan tangannya. Beberapa saat kemudian, terdengar suara mobil berhenti di depan pintu gerbang rumah Jessica. ia langsung menghampiri jendela dan melirik ke luar, dan melihat Jack keluar dari mobilnya. Jessica terpana melihat Jack yang memakai celana jeans dan kaos putih berkerah oval yang pas di tubuhnya. Hati Jessica berbunga dan tidak dapat melepaskan pandangannya dari sosok pria yang sedang berjalan ke teras depan rumahnya. Setelah membunyikan bel berkali-kali, akhirnya sang mama membukakan pintu untuknya. “Pagi tante, maaf mengganggu. Jessica ada?” “Oh, ada. Masuk dulu. Silahkan duduk. Tante panggil dia dulu.” “Oke tante,” sahut Jack sambil bergegas duduk di sofa ruang tamu dekat dengan pintu masuk. Sang mama berjalan mendekati tangga dan memanggil Jessica dengan suara yang cukup keras. “Jess, Jack sudah datang. Kamu sudah selesai sayang?” “Ya, mom. Aku turun sekarang,” jawab Jessica semangat. Lalu, Jessica keluar dari kamar tidurnya dan berjalan menuruni anak tangga, sesampainya di lantai satu, matanya saling berpandang-pandangan dengan Jack seraya bergumam dalam hati, ‘Oh Lord, dia keren dan cakep. Tidakkkkkk’
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN