Sudah dari subuh tadi aku gelisah di dalam kamarku, bagaimana aku tidak gelisah. Besok adalah hari pernikahanku dengan dosen ganteng pujaan hatiku, kalau kalian ingin anggap aku gila atau sinting silahkan. Karena, memang kenyataannya aku sudah gila menunggu hari esok. "Ndok, gimana tadi luluran sama pijitnya? Mereka itu rekomendasi dari temen Ibu," tutur Ibu sambil duduk di sampingku, membuat kasurku semakin memperosok ke dalam. "Allahmdulillah memuaskan Bu," sahutku sambil tetap meremas-remas tanganku gelisah. Aku sangat gelisah dan deg-degan saat ini. Aku sedikit berjengit kaget saat Ibu dengan lembut menyentuh kedua tanganku dan mengenggamnya pelan. "Rileks Ndok, semua akan berjalan lancar dan Ibu percaya kalau kalian berjodoh," senyum tulus Ibu sedikit membuatku agak tenang. Walaupu

